Minggu, 02 Oktober 2016

Tugas Softskill Hobi yang diminati

            Membicarai soal hobi , banyak hal dan pengalaman besar yang saya dapati. Hal tersebut akan menjadi pelajaran untuk masa depan dan sangat berguna. Saya mempunyai hobi melombakan burung kicau. Entah kenapa awal tahun 2013, saudara memberi satu ekor burung lakbet iya itu si menurut sebutannya orang Indonesia , namun yang benar adalah lovebird atau burung cinta/kasih sayang. saya jadi gemar miara burung, disaat stress , suntuk , ataupun bete denger alunan lagu kicau yang di alunkan oleh lovebird itu sendiri.
            Semakin saya tertarik dengan dunia kicau, maka disitulah awal hobi dan karier saya muncul. Melihat orang-orang asik memainkan burung selain lovebird saya tertarik buat nambah lagi, niat dan nekat jadi resiko besar saat itu, akhirnya beli satu persatu. Tapi paitnya burung ada ajah yang mati ataupun yang kabur. Iya saya mah mikirnya kurang amal mungkin sayanya. Hihi
Sampai pada saat , saya ingin mulai ngembangin saya dengan turun dan lombakan burung saya. Di awali dari kenari tapi apa daya gagal , sudah nyicil beli burung hasilnya burung ga memuaskan batin. Pasrah dengan keadaan kekalahan. Akhirnya saya ke om saya di purwakarta di ajarkan cara mensetting kenari dan saya pun di kasih kenari dan lovebird bagus untuk main di bekasi. Tapi sesaat kurun 2 sampai 4 minggu semuanya pun gagal. Ini terjadi di akhir tahun 2014.
Kemudian saya kembali lagi berguru di purwakarta, om saya memberikan lagi lovebird yang bagus , sampai di bekasi pun tetep sama. Akhirnya ada tetangga yang mempunyai lovebird saya bayarin dengan harga yang tidak begitu murah. Ternyata hasilnya pun nothing. Akhirnya burung sebagian saya jual dan kembali lagi ke pwk. Saya  di beri saran yang baik sama si om saya hihi. Saya beli anakan lovebird , iya bisa di bilang lovebird paud dengan harga 300rb. Om saya menyampaikan dengan ucapan bijaknya “Nang, jangan putus asa. Main burung memang ga mudah, kegagalan adalah perjalanan kamu semakin dekat untuk kemenangan mutlak.”
Dengan semangatpun saya rawat paud yang saya beli, tak hanya itu saya di berikan hadiah kenari serta lovebird kesayangan om saya. Kejadian ini terjadi di tahun 2016 saya ragu untuk bawa tapi saya akan mencoba. Dan akhirnya ucapan yang om saya katakana tercapai. Alhamdulillah bisa punya piagam, banyak hikmah yang saya petik dari pengalaman 3 tahun lebih saya di dunia kicau. Bahagianya saat burung paud 300rb mendapat hasil yang sesuai harapan serta doa, pemberian nama “Agilla” kehidupan berkah. Rahmat allah akhirnya berpihak di saya makasih ya allah.

Agilla saat ini sudah megang 4 sertfikat mutlaknya , tapi sayang dia harus ambrol. Kasihan nunggu waktunya jadi lama. Mudah-mudahan akan tetep moncer yah nang. Selain itu hasil dari agilla saya pakai untuk menyetok lovebird dan di jual, akhirnya kepercayaan kerabat kicau buat saya sukses berniaga kecil-kecilan sampai belajar ternak dan berhasil. Di satu sisi pula saya di ajak menjadi juri pagelaran dunia lomba. Karir saya yang dulu jadi pemain saat ini menjadi burung betapa berkahnya berkarya di hobi seperti ini banyak kenangan yang tersusun dalam diri pribadi saya. Saya pun memiliki motto dalam dunia kicau “Menang Rendah Hati , Kalah Besar Nyali. Hobi adalah SENI“ itu yang selalu saya terapkan dalam hidup saya. Dan kata putus asa telah jauh dari relung hati saya.

Tugas Soft Skill "Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi pada PT. Great River International, Tbk"

Nama : Waskito Hadi Saputro
Kelas : 4EB23
Npm : 29213234
Kasus Pelanggaran Kode etik akuntansi pada PT. Great River International, Tbk

Kasus pelanggaran kode etik akuntansi, pada Akuntan publik Justinus Aditya Sidharta yang diindikasi melakukan kesalahan dalam mengaudit laporan keuangan PT. Great River Internasional, Tbk. yang menyebabkan mengalami penggelembungan akun penjualan, piutang dan aset hingga ratusan milyar rupiah pada laporan keuangan PT Great River yang mengakibatkan perusahaan tersebut akhirnya kesulitan arus kas dan gagal dalam membayar utang. Bapepam menyatakan bahwa akuntan publik yang memeriksa laporan keuangan Great River ikut menjadi tersangka.

Oleh Sebab itu Menteri Keuangan RI terhitung sejak tanggal 28 November 2006 telah membekukan izin akuntan publik Justinus Aditya Sidharta selama dua tahun karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT. Great River tahun 2003. Dalam konteks skandal keuangan di atas, muncullah pertanyaan apakah trik-trik rekayasa tersebut mampu terdeteksi oleh akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan tersebut atau sebenarnya telah terdeteksi namun auditor justru ikut mengamankan praktik kejahatan tersebut.

Tentu saja jika yang terjadi adalah auditor tidak mampu mendeteksi trik rekayasa laporan keuangan maka yang menjadi inti permasalahannya adalah kompetensi atau keahlian auditor tersebut. Namun jika yang terjadi justru akuntan publik ikut mengamankan praktik rekayasa tersebut, maka inti permasalahannya adalah independensi auditor tersebut. Terkait dengan konteks inilah, muncul pertanyaan seberapa tinggi tingkat kompetensi dan independensi auditor saat ini dan apakah kompetensi dan independensi auditor tersebut berpengaruh terhadap kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik. Kualitas audit ini penting karena dengan kualitas audit yang tinggi maka akan dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan.

PT. Great River International sendiri mulai mengalami kesulitan keuangan dengan mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga. Permohonan PKPU tersebut diajukan sehubungan dengan permohonan pailit yang diajukan oleh Citibank atas utang senilai US $10 juta yang berasal dari US $ 2 juta dari Revolving Credit Agreement pada 16 Februari 1994 dan US $ 8 juta dari Revolving Credit Agreement-Domestic Trade Payable Onshore tanggal 16 November 1995.

PT Great River International memperkirakan jumlah kewajibannya yang telah dan akan jatuh tempo, di luar utangnya kepada Citibank, adalah sebesar US $179.291.292. Sedangkan total aset yang dimiliki diperkirakan sebesar Rp1.674.716.315.355. Perusahaan garmen PT Great River International Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,023 trilyun per September 2002, melonjak dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih membukukan rugi bersih Rp 11,298 milyar. Demikian dikemukakan Dirut Great River Sunjoto Tanudjaja dalam laporan keuangan kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Lonjakan laba bersih itu lebih disebabkan adanya pendapatan pos luar biasa dari hasil restrukturisasi utang sebesar Rp 1,277 trilyun. Dari total utang sebesar 172,5 juta dollar AS, Great River memperoleh potongan utang (hair cut) sebesar 85 persen atau untuk setiap dollar utangnya, perseroan hanya membayar 15 sen. Oleh karena itu, pos-pos yang tadinya untuk membayar utang, karena ada koreksi pembukuan, berubah menjadi keuntungan. Secara langsung, pendapatan dari pos luar biasa tersebut tidak mempengaruhi aliran dana tunai (cashflow) perusahaan, tetapi mengubah struktur keuangan perseroan menjadi positif. Sebagaimana dialami berbagai emiten lainnya, perusahaan garmen ini mengalami kesulitan keuangan semenjak krisis ekonomi tahun 1998. Melonjaknya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah membuat nilai utang perseroan melejit ke atas. Proses restrukturisasi yang sudah dirintis manajemen selama 4 tahun, sejak tahun 1998 tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan penandatanganan scheme buy back (skema pembelian kembali) utang pada bulan Agustus 2002.

Pada tahun 2005, salah satu pemegang saham PT. Great River International Tbk mengajukan diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menindaklanjuti hasil audit investigasi Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf dan Mawar. Dalam RUPLSB tersebut, akan dimintakan persetujuan pelaksanaan kuasi reorganisasi terhadap hasil audit investigasi terhadap perseroan yang dilakukan oleh KAP Amir Abadi Jusuf & Mawar pada November 2005. Selain itu, RUPLSB juga akan meminta persetujuan soal restrukturisasi seluruh utang perseroan yakni mengkonversi sebagian atau seluruh utang menjadi saham perseroan. Termasuk pula persetujuan soal penambahan modal sehubungan dengan konversi sebagian atau seluruh utang perseroan menjadi saham perseroan.

Kronologi Kasus

23 November 2005
Sejak Agustus 2005, Bapepam menyidik akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan Great River tahun buku 2003. Bapepam telah menemukan adanya:
a.      Overstatement atas penyajian akun penjualan dan piutang dalam Laporan Keuangan GRIV per 31 Desember 2003; dan
b.   Penambahan aktiva tetap perseroan, khususnya yang terkait dengan penggunaan dana hasil emisi obligasi, yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Ketua Bapepam Fuad Rahmany menyatakan telah menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan perusahaan tekstil tersebut. “Dalam kasus Great River ini, akuntan dengan emitennya terlibat konspirasi,” katanya. Tapi dia tidak bersedia menjelaskan secara detail praktek konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River itu. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Bapepam pada tanggal 22 Nopember 2005 meningkatkan Pemeriksaan atas kasus GRIV ke tahap Penyidikan. Sehubungan dengan tindakan Penyidikan tersebut, Bapepam telah dan akan berkoordinasi dengan instansi penegak hukum terkait.

29 Maret 2006
ECW Neloe Dirut Bank Mandiri memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung untuk diperiksa terkait kredit macet PT Great River Internasional (PT GRI) yang bersangkutan diperiksa dalam dugaan penyimpangan pembelian obligasi PT GRI oleh Bank Mandiri.

17 Mei 2006
Sunyoto Tanudjaya (ST) bos PT. Great River jadi buronan keberadaannya tidak di ketahui hingga saat ini. Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengeluarkan surat perintah penangkapan. Sekarang dia masih buron.

28 November 2006
Menteri Keuangan (Menkeu) RI terhitung sejak tanggal 28 Nopember 2006 telah membekukan izin Akuntan Publik (AP) Justinus Aditya Sidharta selama dua tahun. Sanksi tersebut diberikan karena Justinus terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003.

Selama izinnya dibekukan, Justinus dilarang memberikan jasa atestasi (pernyataan pendapat atau pertimbangan akuntan publik) termasuk audit umum, review, audit kerja dan audit khusus. Dia juga dilarang menjadi Pemimpin Rekan atau Pemimpin Cabang Kantor Akuntan Publik (KAP). Namun yang bersangkutan tetap bertanggungjawab atas jasa-jasa yang telah diberikan serta wajib memenuhi ketentuan untuk mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL).

Pembekuan izin oleh Menkeu ini merupakan tindak lanjut atas Surat Keputusan Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik (BPPAP) Nomor 002/VI/SK-BPPAP/VI/2006 tanggal 15 Juni 2006 yang membekukan Justinus dari keanggotaan Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP). Hal ini sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.06/2006 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK.06/2003 yang menyatakan bahwa AP dikenakan sanksi pembekuan izin apabila AP yang bersangkutan mendapat sanksi pembekuan keanggotaan dari IAI dan atau IAI-KAP.

04 Desember 2006
Pengumuman oleh PT Bursa Efek Surabaya bahwa PT. Great River Internasional Tbk memenuhi kriteria delisting dengan menunjuk keterlambatan penyampaian laporan keuangan:
·         Untuk tanggal yang berakhir pada 31 Desember2004 (audited)
·         Untuk tanggal yang berakhir pada 30 Juni 2005
·         Untuk tanggal yang berakhir pada 31 Desember2005 (audited)
·         Untuk tanggal yang berakhir pada 30 Juni 2006

08 Desember 2006
Kasus Great River semakin mencuat setelah adanya temuan auditor investigasi Aryanto, Amir Jusuf, dan Mawar, yang menemukan indikasi penggelembungan account penjualan, piutang, dan aset hingga ratusan miliar rupiah di Great River. Akibatnya, Great River mengalami kesulitan arus kas dan gagal membayar utang.

Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) melimpahkan kasus penyajian laporan keuangan PT Great River International Tbk. ke Kejaksaan Tinggi. Ketua Bapepam Fuad Rahmany menyatakan telah menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan perusahaan tekstil tersebut. “Dalam kasus Great River ini, akuntan dengan emitennya terlibat konspirasi,” katanya. Tapi dia tidak bersedia menjelaskan secara detail praktek konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River itu.

Fuad hanya menyatakan tugas akuntan adalah hanya memberikan opini atas laporan perusahaan. Akuntan, kata dia, tidak boleh melakukan segala macam rekayasa dalam tugasnya. “Karena ada sanksi berat untuk (rekayasa) itu,” katanya.

Seperti diketahui, sejak Agustus lalu, Bapepam menyidik akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan Great River tahun buku 2003. Bapepam juga sudah menetapkan empat anggota direksi Great River sebagai tersangka, termasuk pemiliknya, SunjotoTanudjaja. Penyidikan berdasarkan hasil pemeriksaan adanya indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan. Pasalnya, Bapepam menemukan kelebihan pencatatan atau overstatement penyajian account penjualan dan piutang dalam laporan tersebut. Kelebihan itu berupa penambahan aktiva tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian.

Akibatnya, Great River kesulitan arus kas. Perusahaan tidak mampu membayar utang Rp 250 miliar kepada Bank Mandiri dan gagal membayar obligasi senilai Rp 400 miliar. Kuasa hukum Sunjoto Tanudjaja, J. Pieter Nazar, menyatakan sudah mengetahui kliennya akan disangkakan terlibat dalam manipulasi laporan keuangan Great River bersama oknum akuntan publik.

20 Desember 2006
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah melimpahkan kasus penyajian laporan keuangan Great River ke Kejaksaan Agung pada tanggal 20 Desember 2006. Dalam laporan tersebut, empat anggota direksi perusahaan tekstil itu ditetapkan menjadi tersangka, termasuk pemiliknya, Sunjoto Tanudjaja. Bapepam menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River. Tak tertutup kemungkinan, Akuntan Publik yang menyajikan laporan keuangan Great River itu ikut menjadi tersangka.

02 April 2007
Menunjuk Pengumuman Bursa No. Peng-01/BEJ-PSJ/SPT/01-2005 tertanggal 13 Januari 2005 mengenai suspensi perdagangan saham GRIV yang telah berjalan lebih dari 2 (dua) tahun, serta kondisi PT Great River International Tbk yang saat ini tidak berjalan normal (operasional perusahaan lumpuh) sesuai kapasitas yang ada dan dipandang berpengaruh terhadap going concern Perusahaan Tercatat, dimana belum terdapat indikasi pemulihan yang memadai atas kondisi tersebut, maka mengacu pada Peraturan Pencatatan PT Bursa Efek Jakarta Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa angka III.3.1, Bursa menghapus pencatatan saham Perusahaan Tercatat sesuai dengan ketentuan peraturan ini apabila Perusahaan Tercatat mengalami sekurang-kurangnya satu kondisi di bawah ini :
1.  Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai;
2.   Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir.

Atas dasar hal tersebut, Bursa Efek Jakarta memutuskan untuk menghapuskan pencatatan Efek PT Great River International Tbk. yang berlaku efektif pada tanggal 2 Mei 2007. Selain itu terdapat pertimbangan lain yang mendasari keputusan penghapusan pencatatan Efek Perseroan yaitu belum dipenuhinya kewajiban penyampaian Laporan Keuangan dan kewajiban finansial Perseroan kepada Bursa berupa penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Auditan Tahun 2004 dan 2005 serta Laporan Keuangan Triwulan I, Tengah Tahunan dan Triwulan III Tahun 2005 dan 2006 serta denda keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan baik Auditan maupun triwulanan tahun 2004, 2005 dan 2006 dan pembayaran Biaya Pencatatan Tahunan (ALF) tahun 2005 dan 2006 hingga saat dikeluarkannya pengumuman ini.


Kesimpulanny adalah 
Setelah membaca kasus PT. Great River International, saya menemukan beberapa pelanggaran yang terjadi, yaitu :
1.      Justinus Aditya Sidharta selaku selaku anggota Institut Akunan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
2.      Adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River pada tahun 2003 dimana laporan keuangan 2003 disajikan untuk penerbitan obligasi perseroan yang gagal bayar.
3.      Adanya dugaan overstatement dimana pencatatan untuk akun penjualan menggunakan metode yang berbeda dari ketentuan yang ada.
4.      Indikasi penggelembungan akun penjualan, piutang dan asset hingga ratusan milliard rupiah.
5.      Penipuan dalam penyajian laporan keuangan.


Ada hubungan antara kesalahan pencatatan atas laporan keuangan dengan kesulitan perusahaan dalam membayar utangnya. Contohnya pada kasus PT. Great River International, Tbk ini seperti yang tertulis pada makalah bahwa laporan keuangan yang disajikan tidak sesuai kenyataan dimana pada laporan keuangan ditemukan kelebihan pencatatan penyajian akun penjualan dan piutang berupa penambahan aset tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi tanpa ada bukti yang mendukung, sehingga mengakibatkan perusahaan mengalami kesulitan arus kas dan tidak mampu membayar hutang serta mengakibatkan gagal membayar obligasi.

Sumber :

http://dwids912.blogspot.co.id/2015/10/kasus-pelanggaran-etika-profesi.html
http://aiiazzsecret.blog.com/2014/11/02/kasus-pelanggaran-kode-etik-akuntansi-pt-great-river-international-tbk/
http://tugas-fendy.blogspot.co.id/2013/11/kasus-pelanggaran-etika-pt-great-river.html

https://id.scribd.com/doc/69253614/Kasus-PT-Great-River-International-Tbk

Kamis, 26 Mei 2016

tugas softskill April - Mei 2016

Nama  : Waskito Hadi Saputro
Kelas   : 3 Eb 23
Npm    : 29213234

Tulis cerita tentang hal yang tidak bisa dilakukan waktu kecil dalam paragraf !
when in the past I was a little thing I can not do is to rank achievements in the classroom. There are many things in my life to be a higher-performing students. especially my efforts in learning to learn and thanks to my loyal support of my parents until now I managed. I got a scholarship and following the Olympic competition in Bandung. in toil eventually I got a champion and given a charter by my school. to this day I can still maintain my achievements. besides, I can not playing badminton. My father taught me of the various techniques of playing badminton. I learned to persevere until I could until I can play with your friends - I once played with both my parents. when I was a kid could not do read a book until I ignore that instructed my teacher. but slowly I started to do by reading books such as comics, book knowledge, and novels but now I can make a book. I too can not learn math because I did not understand the matter of small moment. but thanks to my father and mother, I taught until I was good at math and I could do to teach my younger classes. there are many things that I could not do in childhood, but I am grateful to now be able to do what I want only my dreams unfulfilled. but I always found support from family, teachers, and my friends.

In order to have a healthier life, what should you do less or more ?
there are a lot of things there is to do to have a healthy life. but there are some things that you should not be done if you have a healthy life. The first thing you should do is have breakfast, do not you forget sekalipu breakfast. many people do not think the breakfast can lose weight. research experts even say that eating breakfast can help people to manage their weight. A healthy breakfast is the meal that does not have the nutrients that affect your health. breakfast is also an important part of a balanced diet, as well as take vitamin and mineral drink plenty of water in order to create good health. second, stop eating foods containing fat or high calories such as fried foods, fast foods, fried or fried chips or fried foods that have been in. but an awful lot you can do to have a healthy life such as eating vegetables, fruits and foremost is a sport for the creation of perfect health as jogging, jumping rope, and doing gym. You can find ways to fit more activity into your daily life. For example, try getting off the bus one stop early on the way home from work, jogging and running well. After getting off, remember not to indulge with treats that are high energy. Remember all of this you do when there is slack time. do a morning run when you move off, do jogging when you want a street with little distance away and do up and down the stairs in order to create a healthy lifestyle. If you feel hungry after the activity, choose foods or drinks that are low in calories, but still filling and also stop eating when you are full

List some of the things you must and you must not do in your classroom !

When you are in class, you have to pay attention to the teacher, do not create an atmosphere unfavorable with your friends. note on what your teachers tell you to take the important points, but that you also have to arrive early on campus before the lecturer to attend class because the teacher you do not like it if you came to class late. You can ask some questions with good and logical to your teacher about lessons to convey her that you can not ask after the teacher finished teaching. You do not have to fall asleep, and while listening to music and chat with your friends during class, if you do like it you do not know what to convey your teachers say and you can not understand the material presented when you have a test or assignment. You also can not eat during the class, these are the things you do not like the teacher, and it is also irreverent. You'll also see how many teachers bring their lunch to class! It simply does not correspond to the level or age. Drink a cup of coffee in the morning or bring snacks a few things, but do not eat your lunch lunch time the class is in progress.

Kamis, 24 Maret 2016

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2

Waskito Hadi Saputro (3EB23)
Npm : 29213234

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2
·         SIMPLE PRESENT TENSE
Ø  Function : the form of the language used for activities at the present time or is happening. like telling event or activity is happening.
Ø  Formula :
a.       S + Infinitive (V1) + S/es
b.      Do + S + Infinitive (V1) ?
c.       Subyek + do + not + Infinitive (V1)
Example :
1.       She works hard everyday = dia (Pr) Bekerja keras setiap hari.
2.       Waskito watch news in a Tv everymorning = Waskito menonton berita setiap pagi.
3.       My friend visit their uncle every Sunday = Teman saya mengunjungi pamannya setiap hari minggu.
4.       Does he school everyday ? = Apakah dia sekolah setiap hari ?
5.       Heru sings in the class yesterday = Heru menyanyi di kelas kemarin.
·         Present Continous Tense
Ø  Function : tense is used to express a situation or event that occurs when the talk.
Ø  Formula :
a.       S + To be + Infinitive + ing
b.      S + To be + not  + Infinitive + ing
Example :
1.       I’m reading a magazine every Monday = Saya membaca majalah setiap senin.
2.       Ferry writing a letter to his father = Ferry menulis Surat untuk ayahnya.
3.       Ani criying in the classroom today = Ani menangis di kelas hari ini.
4.       He is not seeing a his school book = dia (lk) tidak melihat buku sekolahnya.
5.       When is she visiting her grandmother ? = Kapan dia akan berkunjung ke neneknya?
·         Simple past tense
Ø  Function : the form that is used to describe events in the past.
Ø  Formula :
a.       S + V2
b.      S + did + not + infinitive
c.       Did + S Infinitive ?
Example :
1.       He studied English Last Night = Dia belajar tadi malam.
2.       I’m cleaned the classroom yesterday = Saya membersihkan ruangan kelas kemarin
3.       Deni played football with his friend yesterday = Deni bermain bola dengan temannya kemarin.
4.       Did she studied sains last night ? = Apakah dia belajar Ilmu Pengetahuan Alam tadi malam ?
5.       I was not happy last night = Saya tidak gembira tadi malam
·         Past Continous
Ø  Function : past tenses are used to express the circumstances or events that took place in the past
Ø  Formula :
a.       S + Were / Was + Infinitive + ing
b.      S + Was / Were + not + Infinitive + ing
Example :
1.       I was writing a letter  when the bell rang = Saya sedang menulis Sepucuk surat ketika bel berbunyi.
2.       Rita was washing when I visited them yesterday = Rita sedang mencuci ketika saya mengunjungi mereka kemarin.
3.       What were you doing when she came ? = Apa yang sedang kamu kerjakan ketika dia datan ?
4.       We were playing football las afternoon = Kami Sedang bermain sepak bola sore tadi.
5.       He arriving while I was eating my lunch = Dia sedang datang sementara saya sedang makan siang
·         Subject Aggrementn adverb
Ø  Function : Generally in the present tense, singular verb form base form (basic form) of the verb with the added ending (suffix) -s. As for the plural verb with no added ending -s (otherwise, subject plural ending -s added). These rules also apply verb on the subject in the form of a third person (third person, for example: Ricky, Anna) and all personal pronouns (they, we = plural; he, she, it = single), except I and you. Although the form of a single subject, I and you are paired with plural verbs (not including the verb "be" (was, am) on "I").
Example :
1.       My boss always comes on time. = Bos saya selalu datang tepat waktu.
2.       They like eating out. = Mereka suka makan diluar.
3.       The manager has checked the documents = Manager telah mengecek dokumen-dokumen tersebut.
4.       I will have been sleeping for an hour when you arrive. = Saya akan sudah tidur selama satu jam ketika kamu tiba.
5.       My books were borrowed by him. = Buku-buku saya dipinjam dia.
6.       I was a stamp collector. = Saya dulu pengoleksi prangko.
7.       The children are naughty. = Anak-anak itu nakal.
8.       We were roasting corn. = Kita sedang membakar jagung.
9.       You go straight ahead then turn left.= Kamu jalan lurus ke depan lalu belok kiri.
10.   Leo rarely eats white bread. = Leo jarang makan roti putih.
·         Pronoun
Ø  Function : words used to replace the noun (noun), which can be a person, object, animal, place, or an abstract concept. Pronouns is one of the eight parts of speech.
Example :
1.       Personal Pronoun 
She prefers to brisk walk to jog. = Dia lebih memilih jalan cepat daripada joging.
Yours is on the table. = Punyamu di atas meja.
2.       Demonstrative Pronoun
This is the most interesting book I have ever read = Ini buku paling menarik yang saya pernah baca
I myself promise not to corrupt the project. = Saya berjanji tidak akan mengorupsi proyek tersebut
I myself promise not to corrupt the project. = Saya berjanji tidak akan mengorupsi proyek tersebut

The packet, which was sent a week ago, has received. Paket tersebut, yang dikirim seminggu lalu, telah diterima.

Selasa, 29 Desember 2015

Tugas Artikel Paragraph atau Alinea (new)

Artikel Paragraf atau Alenia
Analisa Pembahasan

Dosen Pembimbing :
Drs. Budi Santoso,MM

Disusun Oleh :
Waskito Hadi Saputro (29213234)
2EB23
Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi




UNIVERSITAS GUNADARMA
2015


Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Artikel Paragraf atau Alenia”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan Teman teman yang telah memberikan dukungan, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Bekasi, 28 Desember 2015



Penyusun        
DAFTAR ISI


Kata pengantar…………………………………………………………………………………......i
Daftar Isi……………………………………………………………………...……………….…...ii
BAB I   PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………....…...................1
BAB II   PARAGRAF
2.1 Struktur Paragraf ………………………………………………………………………..…… 2
BAB III SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN PARAGRAF
3.1 Syarat-Syarat Paragraf…………………………………………………………………….…. 4
3.2 Macam-Macam Paragraf……………………………………………………………………... 5
            3.2.1  Macam-macam paragraf berdasarkan tujuannya………………………………...… 7
            3.2.2  Macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utama……………………........7
3.2.3  Macam-macam paragraf berdasarkan isi…………………………………………................8
3.3  Unsur-Unsur Paragraf……………………………………………………………………........9
BAB IV   PENUTUP
3.1 Kesimpulan ……………………..…………………………………………………..................10
3.2 Saran…………………………………………..………………………………………….........10
Daftar Pustaka……………………………………………….…………………………………......11
BAB I
PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG.

Kesulitan pertama membuat karya tulis ilmiah adalah mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering dilupakan perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk paragraph, paragraf merupaka sanian kecil sebuah karangan yang membangun satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangan.

Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.

Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
BAB II
PARAGRAF

2.2  STRUKTUR PARAGRAF

Paragraf terdiri atas kalimat topik atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama.  Untuk mendapatkan paragraf yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut :

1.      Posisi Paragraf

Sebuah karangan dibangun oleh beberapa bab. Bab-bab suatu karangan yang mengandung kebulatan ide dibangun oleh beberapa anak bab. Anak bab dibangun oleh beberapa paragraf. Jadi, kedudukan paragraf dalam karangan adalah sebagai unsur pembangun anak bab, atau secara tidak langsung sebagai pembangun karangan itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa paragraf merupakan satuan terkecil karangan, sebab di bawah paragraf tidak lagi satuan yang lebih kecil yang mampu mengungkapkan gagasan secura utuh dan lengkap.

2.      Batasan Paragraf

Pengertian paragraf ini ada beberapa pendapat, antara lain :
1.       Kamus Besar Bahasa Indonesia : paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru)
2.       The Jiang Gie dan A. Didyamartaya : paragraf ialah satuan pembagian lebih kecil di bawah sesuatu bab dalam buku. Paragraf biasanya diberi angka Arab.

3.      Kegunaan Paragraf

Paragraf bukan berkaitan dengan segi keindahan karangan itu, tetapi pembagian per paragraf ini memiliki beberapa kegunaan, sebagai berikut:
1.      Sebagai penampung fragmen ide pokok atau gagasan pokok keseluruhan paragraph
2.      Alat untuk memudahkan pernbaca memahami jalan pikiran penulisnya
3.      Penanda bahwa pikiran baru dimulai,
4.      Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis
5.      Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berguna bagi pengantar, transisi, dan penutup.

4.      Unsur-Unsur Paragraf

Ialah beberapa unsur yang pembangun paragraf, sehingga paragraf tersebut tersusun secara logis dan sistematis. Unsur-unsur paragraf itu ada empat macam, yaitu :

(1) transisi,
(2) kalimat topik,
(3) kalimat pengem-bang, dan
(4) kalimat penegas.

Keempat unsur ini tampil secara bersama-sama atau sebagian, oleh karena itu, suatu paragraf atau topik paragraf mengandung dua  unsur wajib (katimat topik dan kalimat pengembang), tiga unsur, dan mungkin empat unsur.

5.      Struktur Paragraf

Mendapatkan banyaknya unsur dan urutan unsur yang pembangun paragraf, struktur paragraf dapat dikelompokkan menjadi delapan kemungkinan, yaitu :
1.      Paragraf terdiri atas transisi kalimat, kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas.
2.      Paragraf terdiri atas transisi berupa kata, kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas.
3.      Parazraf terdiri atas kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat peneges.
4.      Paragraf terdiri atas transisi berupa kata, kalimat topik, dan kalimat pengembang.
5.      Paragraf terdiri atas transisi berupa kalimat, kalimat topik, kalimat pengembang.
6.      Paragraf terdiri atas kalimat topik dan katimat pengembang.
7.      Paragraf terdiri atas kalimat pengembang dan katimat topik. 
BAB III
SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN PARAGRAF

3.1  SYARAT-SYARAT PARAGRAF
1.      Kesatuan

Kesatuan paragraf ialah semua kalimat yang membangun paragraf secara bersama-sama menyatakan suatu hal atau suatu tema tertenru. Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa paragraf itu memuat satu hal saja.

2.      Kepaduan

Kepaduan (koherensi) adalah kekompakan hubungan antara suatu kalimat dan kalimat yang lain yang membentuk suatu paragraf kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan timbal balik antar kalimat yang membangun paragraf itu baik, wajar, dan mudah dipahami. Kepaduan sebuah paragraf dibangun dengan memperhatikan beberapa hal, seperti pengulangan kata kunci, penggunaan kata ganti, penggunaan transisi, dan kesejajaran(paralelisme).

3.      Kelengkapan

Ialah suatu paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat topik. Paragraf yang hanya ada satu kalimat topik dikatakan paragraf yang kurang lengkap. Apabila yang dikembangkan itu hanya diperlukan dengan pengulangan-pengulangan adalah paragraf yang tidak lengkap.

4.      Panjang Paragraf

Panjang paragraf dalam sebagai tulisan tidak sama, bergantung pada beberapa jauh/dalamnya suatu Bahasa dan tingkat pembaca yang menjadi sasaran.
Memperhitungkar, 4 hal :
·         Penyusunan kalimat topik,
·         Penonjolan kalimat topik dalam paragraf,
·         Pengembangan detail-detail penjelas yang tepat, dan
·         Penggunaan kata-kata transisi, frase, dan alat-alat lain di dalam paragraf. 
5.      Pola Sususnan Paragraf

Rangkaian pernyataan dalam paragraf harus disusun menurut pola yang taat asas, pernyataan yang satu disusun oleh pernyatanyang lain dengan wajar dan bersetalian secara logis. Dengan cara itu pembaca diajak oleh penulis untuk memahami paragraf sebagai satu kesatuan gagasan yang bulat. Pola susunannya bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam tulisan ilmiah. antara lain :

(1) pola runtunan waktu,
(2) pola uraian sebab akibat,
(3) pola perbandingan dan pertentangan,
(4) pola analogi,
(5) pola daftar, dan
(6) pola lain.

Ada tiga teknik pengembangan paragraf :

1.      Secara alami
Pengembangan paragraf secara alami berdasarkan urutan ruang dan waktu. Urutan ruang merupakan urutan yang akan membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya dalam suatu ruang. Urutan waktu adalah urutan yang menggambarkan urutan tedadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan.

2.      Klimaks dan Antiklimaks
Pengembangan paragraf teknik ini berdasarkan posisi tertentu dalam suatu rangkaian berupa posisi yang tertinggi atau paling menojol. Jika posisi yang tertinggi itu diletakkan pads bagian akhir disebut klimaks. Sebaliknya, jika penulis mengawali rangkaian dengan posisi paling menonjol kemudian makin lama makin tidak menonjol disebut antiklimaks.

3.      Umum Khusus dan Khusus Umum
Dalam bentuk Umum ke Khuss utama diletakkan di awal paragraf, disebut paragraf deduktif. Dalam bentuk khusus-umum, gagasan utama diletakkan di akhir paragraf, disebut paragraf induktif.

3.2  MACAM-MACAM PARAGRAF

1.      Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.

Contoh:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.

2.      Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.

Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

3.      Deskripsi
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.

Contoh:
Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah, dia sungguh tampak sempurna.

4.      Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.

Contoh:
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.

5.      Narasi
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

Contoh:
Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.

6

3.2.1  Macam-macam paragraf berdasarkan tujuannya

1.      Paragraf pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Contoh paragraf pembuka :
Pemuli baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancer seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias tidur dan tidak mau makan.

2.      Paragraf penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.

3.      Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.

Contoh paragraf penutup :
Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesame. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.


3.2.2  Macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utama

1.      Paragraf deduktif
Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

Contoh paragraf deduktif :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru. 

2.      Paragraf induktif
Paragraf induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

Contoh paragraf induktif :
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancer. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien.

3.      Paragraf campuran
Paragraf campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.

Contoh paragraf campuran :
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.



3.2.3  Macam-macam paragraf berdasarkan isi

1.      Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

Contoh paragraf deskripsi :
Dari balik tirai hujan sore hari, pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona.

2.      Paragraf proses
Paragraf proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks.

3.      Paragraf efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf yang baik. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebuh dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar kalimat.

 3.3  UNSUR-UNSUR PARAGRAF

Dalam pembuatan suatu paragraf harus memiliki unsur unsur pembangun paragraf agar paragraf atau alinea dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya.

Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan  suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf. Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokoknya alinea dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

Deduktif                     : kalimat utama diletakan di awal alinea
Induktif                       : kalimat utama diletakan di akhir anilea
Variatif                        : kalimat utama diletakan di awal dan diulang pada akhir alinea
Deskriptif/naratif        : kalimat utama tersebar di dalam seluruh alinea

Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas. Judul (kepala karangan), untuk membuat suatu kepala karangan yang baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
1.      Provokatif (menarik)
2.      Berbentuk frase
3.      Relevan (sesuai dengan isi)
4.      Logis
5.      Spesifik

BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan Dan Saran

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu Bahasa Indonesia dapat member kita ilmu pengetahuan yang mendalam dan Bahasa Indonesia adalah Bahasa Resmi kebangsaan dengan Berbahasa Indonesia kita bias menambah Cakrawa dan pemikiran dan berbahasa yang lusa.   
Daftar Pustaka

1.      Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahsa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Depdiknasa.
2.      Dini, Dahlia dan Sitorus. 2004. Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia. Bandung : CV Yrama Widya.
3.      Herman J. Waluyo. 2001. Teori Drama dan Pengajaran. Yogyakarta : Hanindita.  
4.      Waluyo, Herman J. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta : PT Erlangga
5.      Wiyanto, Asul. 2001. Diskusi. Jakarta : PT Grasindo.
6.      Wiyanto, Asul. 2001. Terampil Pidato. Jakarta : PT Grasindo.
7.      Wahyu R.N, Tri. 2006. Bahasa Indonesia. Jakarta. Universitas Gunadarma
8.      Rahardi, Kunjana. 2010. Teknik-teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis Ilmiah. Graha Media.
9.      Wiyanto, Asul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Grasindo.
10.  Budiharso, Teguh. 2009.  Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah. Angkasa.
11.  Indriaty, Etty. 2008. Menulis Karya Ilmiah . Gramedia Pustaka Utama.
12.  Wuryanto, R. 2010.  Pedoman Lengkap Eyd ( Ejaan Yang Disempurnakan ). Paung Bona Jaya.
13.  Muda, Ahmad A.K. 2008. Kamus Saku Bahasa Indonesia Idx Ed.terbaru. Tititk Terang.
14.  http://fusliyanto.wordpress.com/kumpulan-materi-bahasa-indonesia-3/
15.  http://ellopedia.blogspot.com/2010/09/paragraf.html
               



my studies © 2008 Template by:
SkinCorner